Setelah meraih sukses melalui karya pertamanya, Wanita Islam Menjelang Tahun 2000 ( Al Bayan, 1987) yang sudah cetak ulang sebanyak enam kali, Ibnu Musthafa kembalia menhadirkan karya keduanya yang pantas kita simak pada zaman sekarang ini...
Internet telah menjadi bagian dari kehidupan modern. Tidak mengenal internet akan membuat siapa saja kelihatan terbelakang. bagi sebagian orang, internet menjadi hal yang sulit untuk dipelajari apalagi dikuasai.
Kamus ini sengaja disusun agar dapat menyumbangkan dan mengembangkan kemampuan para ilmuwan atau cendekiawan muslim yang senantiasa terdorong untuk memahami ilmu agama islam dengan sebaik-baiknya.
Kitab ini adalah petikan dari Ihya Ulummidin karya besar ulama Imam Al Ghazali rahimahumullah. Penyusun hanya mengambil sebagian dari sekian banyak bab, yaitu tentang mengendalikan hawa nafsu.
Saudariku, sudahkah diri kita dibekali untuk beribadah ? ketika kita tahu tata cara dan tuntunan ibadah kepada Allah yang benar, niscaya ibadah kita tidak akan sia-sia. Segala pengharapan pun mudah tuk dikabulkan.
Islam adalah musuh yang menakutkan yang tidak harus diserang secara langsung, tetapi kekuatannya harus dikurangi melalui berbagai cara yang ada, dari yang mempromosikan kebiasaan rakyat kuno, adat dan agama rakyat, dialek daerah sampai modernisasi, perawatan kesehatan, dan pendidikan khususnya.
Tampil cantik lahir batin, sehat jasmani rohani, percaya diri, mempunyai anak yang sholih dan solihah, sukses dalam segala urusan, tentu jadi impian setiap wanita. banyak cara yang ditempuh untuk mewujudkan semua halyang telah kami sebutkan di atas, akan tetapi banyak usaha yang dilakukan tidak memberikan perubahan yang berarti.
Judul buku ini barangkali mengundang kontroversial. Tetapi hendaknya dipahami bahwa memang ada orang yang shalat tetapi justru mendapat celaka. Persoalan ini jarang disadari oleh kebanyakan orang. Padahal jika kita tengok surat Al-Maun, disana diterangkan begitu gamblang Berangkat dari landasan dalil itulah buku ini ditulis.