Ibarat anak-anak yang baru dilahirkan,mereka adalah amanah sekaligus fitnah bagi orang tuanya.El- Syifaberharap cahaya Ilahisenantiasa membimbingnya, menuntunnya menggapai keridhaan-Nya.
Seorang anak adalah cahaya mata ibunya, bagian tubuhnya yang tak terpisahkan.Demikianlah, Aminahmerasakan kehilangan putri mungilnya tatkala sang suami begitu tega menjual darah dagingnya itu.
Membaca Kumpulan Cerpen dua penulis ini, seperti menjelajah ke banyak titik di nadi jagat.
Pernah suatu saat ketika menolong ibu melahirkan aku dan Budi megang toa serta spanduk bertuliskan:Ayo
Saya tidak marah kalau Anda, seperti semua lidahMelayu, kepalang melafalkan Ca-Bau-Kan menjadi cabo. Yang saya marah, kalau Anda kira Ca-Bau-Kan atau Cabo itu perempuan yang tiada bermoral, ini pembelaaan Bukan hanya pembetulan.
Ummi Aminah sudah melalui perjalanan panjang penuh luka untuk sampai pada titik sekarang, menjadi seorang ustadzah yang ceramah-ceramahnya, baik di masjid, radio, atau TV selalu ditunggu banyak orang...rnSebuah Novel yang semoga menjadi cermin bagi setiap orang tua, utnuk tek pernah lelah berusaha dan berdoa agar anak-anak dan keluarganya berada di satu rumah surga
Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS. An-Nahl : 124 )
Rara, bocah perempuan penghuni rumah tak berjendela di sebuah perkampungan kumuh di pinggiran jakarta. Ia punya mimpi sederhana, memiliki jendela untuk rumah tripleksnya.